A. Pengertian
Karangan
Karangan adalah hasil tulisan yang
mengungkapkan ide, perasaan, atau pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema
yang utuh dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk
dipahami.
Setiap karangan mengandung ide dari
pengarang, proses mengarang dimulai dengan lahirnya sebuah ide induk yang
terpikirkan atau ditemukan oleh seseorang yang akan mengarang. Ide induk itu
biasanya terlampau luas, cukup kabur, dan perlu diolah lebih lanjut untuk
menjadi suatu topik atau pokok soal karangan yang memadai.
Ide induk yang menjadi pangkal awal suatu
karangan hendaknya juga dikembangkan. Setelah induk dikembangkan, memilih salah
satu di antara rincian ide-ide yang muncul untuk dijadikan topik karangan.
Topik dibatasi dengan sebuah tema tertentu. Tema adalah suatu segi, unsur, atau
faktor dari topik yang akan dijadikan pusat pembicaraan. Topik yang telah
dibatasi dengan tema itu merupakan pendapat atau pangkal tolak pengarang yang
setelah ditulis lengkap menjadi karangan yang diharapkannya. Pendapat pengarang
dapatlah disebut ide pokok karangan yang bisa dan sebaiknya dirumuskan dalam
sebuah kalimat ide pokok. Kalimat ide pokok itu dapat dikatakan merupakan inti
dari seluruh karangan.
B. Macam,
Sifat dan Bentuk Karangan
a. Macam-macam
karangan, yaitu :
1. Deskripsi
Deskripsi disebut juga lukisan, yaitu salah satu bentuk karangan yang
menggambarkan suatu keadaan, kejadian, atau peristiwa sejelas mungkin sehingga
pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan itu.
Contoh :
Lingkungan sekolah kami sangatlah nyaman. Dengan luas 1 ha, berbagai
fasilitas sekolah tersedia demi kemajuan proses belajar kami. Di sekitar
halaman sekolah, terdapat berbagai jenis tanaman hias yang kami tanam sendiri.
Ada pula kantin yang bersih dan luas agar suasana istirahat kami dapat kami
gunakan sebaik-baiknya untuk menghilangkan kejenuhan. Dan, tersedia pula
lapangan olahraga yang sangat luas sehingga dapat membantu kami untuk
meningkatkan keterampilan berolahraga dan mengekspresikan diri.
2. Eksposisi
Eksposisi ialah salah satu bentuk wacana atau karangan yang bermaksud
menjelaskan, mengembangkan, atau menerangkan suatu gagasan. Tujuannya untuk
menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha untuk mengubah pendirian atau
mempengaruhi sikap pembaca.
Contoh :
Kantor Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah yang representatif,
kini mulai dibangun di Palu, setelah tertunda dua tahun. Pembangunan kantor di
Jalan Sam Ratulangi Palu Timur itu, direncanakan rampung 2 – 3 tahun mendatang,
dengan biaya sekitar Rp 10 milyar. Demikian keterangan Sekwilda Sulteng, Amur
Muchasim, S.H., Rabu (4/10) di Palu la menjelaskan, untuk tahap pertama, seta
bangunan sayap dapat dirampungkan Februari 1996.
3. Persuasi
Persuasi ialah bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan, mengajak
atau membangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang
kadang-kadang agak emosional.
Contoh :
Semua orang tahu bahwa kebersihan adalah pangkal kesehatan. Namun demikian,
masih banyak anggota masyarakat kita yang tidak peduli terhadap kebersihan
lingkungan. Inilah masalah yang sulit dipecahkan. Seandainya saja setiap
anggota masyarakat peduli akan kebersihan di sekitar tempat tinggalnnya tentulah
kualitas kesehatan dapat ditingkatkan. Oleh karena itu, marilah kita mencoba
untuk menjadikan diri kita masing-masing peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Kesadaran ini dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk, diantaranya ialah
tidak membuang sampah sembarangan.
4. Argumentasi
Argumentasi adalah sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan
kebenaran suatu pernyataan, pendapat, sikap, atau keyakinan. Dalam Argumentasi
ini, suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan
meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk membenarkan
pernyataan, pendapat, dan sikap yang diajukan.
Contoh :
“Amin memang murid yang baik. Setiap hari la datang ke sekolah selalu lebih
awal dari teman-temannya. Semua pekerjaan rumah tidak ada yang tidak
diselesaikannya. Kepada gurunya dan orang tua ia selalu bersikap hormat. Bahwa
prestasi belajarnya juga jauh lebih baik dari teman-temannya dapat dilihat
dalam rapornya yang tidak pernah ada angka merah, Tak ayal lagi ia akan menjadi
mahasiswa yang baik.”
5. Narasi
Narasi adalah sejenis karangan atau cerita yang isinya mengisahkan atau
menggambarkan suatu kejadian atau peristiwa menurut urutan waktu atau secara
kronologis. Kejadian yang dikisahkan dapat bersifat khayal atau faktual, atau
gabungan dari keduanya. Narasi ini sering dimasukkan ke dalam golongan karangan
fiktif, jadi tercakup di dalamnya ialah roman, novel, cerpen, hikayat, tambo,
dan dongeng.
Contoh :
“Beratus-ratus tahun Indonesia telah dijajah Belanda. Perang Dunia II
pecah, dan Belanda di Indonesia kemudian ditaklukkan oleh Jepang, kini
Jepanglah yang menguasai dan mengangkangi Indonesia. Ini tidak lama memang,
karena Sekutu dapat mengalahkan Jepang dengan dibomnya Hiroshima dengan bom
atom. Kesempatan baik ini tidak disia-siakan oleh bangsa Indonesia umuk
memproklamirkan kemerdekaannya. Proklamasi itu dibacakan oleh Bung Karno dan
Bung Hata, pada tangga 17 Agustus 1945.”
b. Sifat
Karangan
Sifat karangan di bedakan berdasarkan jenis karangannya.
1. Sifat
Karangan Ilmiah :
a)
Objektif.
b)
Metodis dan sistematis.
c)
Netral.
d)
Logis.
2. Sifat
Karangan Non-Ilmiah :
a)
Emotif.
b)
Persuasif.
c)
Deskriptif.
d)
Jika
kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.
c. Bentuk
Karangan
1. Prosa
Prosa terdiri dari :
1) Prosa
lama adalah karangan yang merupakan bentuk karya sastra yang sifatnya
penguraian seluruh pikiran dan persaan serta tidak terikat irama, rima dan
jumlah larik.
Macam-macam prosa lama :
a) Dongeng adalah cerita yang isinya
mengungkapkan sesuatu yang sifatnya khayal. Macam-macam dongeng :
·
Mite adalah dongeng yang berhubungan
dengan kepercayaan. Misalnya : Dongeng Nyi Roro Kidul, Cerita Buaya
jadi-jadian.
·
Legenda adalah dongeng mengenai asal mula
suatu tempat atau mengenai keajaiban alam. Misalnya : Asal Mula Kota Surabaya,
Asal Mula Gunung Tangkuban Perahu, dsb.
·
Fabel adalah dongeng tentang binatang yang
bertingkahlaku seperti manusia. Misalnya : Dongeng Si Kancil ,dsb.
·
Jenaka adalah dongeng yang menceritakan
orang-orang pandir, malang nasibnya yang pengungkapannya
menimbulkan suasana humor. Misalnya : Cerita Pak Pandir, Joko Bodo, dsb.
b) Sage adalah cerita tentang orang yang
pernah hidup dan berkelana dengan kejadian-kejadian sejarah yang diberi unsure
khayalan dengan tujuan mengagungkan. Misalnya : Calon Arang, Ciung Wanara, dsb.
c) Cerita Sejarah adalah cerita yang
menurut kejadian dalam sejarah tetapi ditambah dengan unsur khayal. Misalnya :
Sejarah MElayu, Hikayat Raja-raja Pasai , dsb.
d) Cerita Pelipur Lara adalah cerita yang
dipakai untuk menghibur. Misalnya : Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Si Miskin dsb.
e) Cerita Berbingkai adalah sebuah cerita
yang di dalam cerita itu terdapat cerita lagi. misalnya : Hikayat Seribu Satu
Malam, Hikayat Bakhtiar dsb.
f) Epos (wiracarita) adalah cerita
kepahlawanan bangsa yang hidup terus-menerus di tengah-tengah bangsa dan
masyarakat. Ada dua jenis Epos yaitu :
·
Epos Otentik adalah cerita kepahlawanan
yang merupakan cerminan bangsa. Misalnya : Mahabarata dan Ramayana.
·
Epos Imitasi adalah cerita kepahlawanan
yang merupakan khayalan seseorang. Misalnya : Illias dan Odyssea karya Homerus.
g) Kitab adalah cerita yang berisi
hukum, aturan adat dan agama. Misalnya : Tajus Salatin karya Bukhori Al
Jauhari.
2) Prosa
baru
Prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat
pengaruhsastra atau budaya Barat. Bentuk-bentuk prosa baru adalah sebagai
berikut :
a) Roman, adalah bentuk prosa baru yang
mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman,
pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa
atau bahkan sampai meninggal dunia. Roman terbentuk dari pengembangan atas
seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut.
b) Novel berasal dari Italia yaitu
novella ‘berita’. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian
kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung
konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib
pelaku.
c) Cerpen adalah bentuk prosa baru
yang menceritakam sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan
paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan telapi
hat itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya.
d) Riwayat (biografi) adalah suatu
karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri
(otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga
dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.
e) Kritik adalah karya yang
menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi
alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya
objektif dan menghakimi.
f) Resensi adalah pembicaraan
/ pertimbangan / ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat
memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari ebrbagai aspek seperti
tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan
saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.
g) Esai adalah
ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan
pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan,
ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan
drama, film, dll.
2. Puisi
Puisi adalah karangan yang mengutamakan irama, rima dan kepadatan makna.
1) Unsur-unsur
puisi secara sederhana, yaitu :
Secara sederhana, puisi terbentuk dari
beberapa unsur, yaitu kata, larik, bait, bunyi, dan makna.
2) Unsur-unsur
puisi secara detail, yaitu :
a) Struktur
batin puisi, atau sering pula disebut sebagai hakikat puisi, meliputi hal-hal
sebagai berikut.
i) Tema/makna
ii) Rasa (feeling)
iii) Nada (tone)
iv) Amanat/tujuan/maksud (itention)
b) Struktur fisik puisi, atau terkadang
disebut pula metode puisi, adalah sarana-sarana yang digunakan oleh penyair
untuk mengungkapkan hakikat puisi. Struktur fisik puisi meliputi hal-hal
sebagai berikut :
i) Perwajahan puisi
(tipografi)
ii) Diksi
iii) Imaji
iv) Kata kongkret
v) Bahasa figuratif
vi) Versifikasi
3. Drama
Drama adalah karangan yang berupa dialog sebagai pembentuk alurnya.
Macam-macam drama :
1) Drama
berdasarkan masanya:
a) Drama Baru / Drama Modern
b) Drama Lama / Drama Klasik
2) Drama
berdasarkan isi kandungan cerita :
a) Drama
Komedi
Drama komedi adalah drama yang lucu dan
menggelitik penuh keceriaan.
b) Drama
Tragedi
Drama tragedi adalah drama yang ceritanya
sedih penuh kemalangan.
c) Drama
Tragedi Komedi
Drama tragedi komedi adalah drama yang ada
sedih dan ada lucunya.
d) Opera
Opera adalah drama yang mengandung musik
dan nyanyian.
e) Lelucon
/ Dagelan
Lelucon adalah drama yang lakonnya selalu
bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton.
f) Operet
/ Operette
Operet adalah opera yang ceritanya lebih
pendek.
g) Pantomim
Pantomim adalah drama yang ditampilkan
dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.
h) Tablau
Tablau adalah drama yang mirip pantomim
yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.
i) Passie
Passie adalah drama yang mengandung unsur
agama / relijius.
j) Wayang
Wayang adalah drama yang pemain dramanya
adalah boneka wayang. Dan lain sebagainya.
C. Karanangan
Ilmiah
Karangan ilmiah ialah karangan yang
mengungkapkan buah pikiran hasil pengamatan, penelitian, atau peninjauan
terhadap sesuatu yang disusun menurut metode dan sistematika tertentu, dan yang
isi serta kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.
a. Ciri-ciri
Karangan Ilmiah:
1. logis
2. sistematis
3. objektif atau faktual
4. teruji kebenarannya
5. bahasanya bersifat lugas atau denotatif.
b. Contoh Karangan
Ilmiah:
1. Laporan
2. Makalah
3. Kertas
kerja
4. Skripsi
5. Tesis
mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam daripada skripsi
6. Disertasi
7. Resensi
D. Karangan
Non-Ilmiah
Karangan non-ilmiah
adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan
pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung
fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa
digunakan (tidak terlalu formal).
a. Ciri-ciri karangan non-ilmiah:
1. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
2. fakta yang disimpulkan subyektif,
3. gaya bahasa konotatif dan populer,
4. tidak memuat hipotesis,
5. penyajian dibarengi dengan sejarah,
6. bersifat imajinatif,
7. situasi didramatisir, dan
8. bersifat persuasif.
1. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
2. fakta yang disimpulkan subyektif,
3. gaya bahasa konotatif dan populer,
4. tidak memuat hipotesis,
5. penyajian dibarengi dengan sejarah,
6. bersifat imajinatif,
7. situasi didramatisir, dan
8. bersifat persuasif.
b. Contoh karangan non-ilmiah :
Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman adalah contoh karangan non-ilmiah. Berikut penulis kutipkan cuplikan novel Hantu Jeruk Purut karya Yennie Hardiwidjaja dan synopsis telenovela Maria Mercedes.
Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman adalah contoh karangan non-ilmiah. Berikut penulis kutipkan cuplikan novel Hantu Jeruk Purut karya Yennie Hardiwidjaja dan synopsis telenovela Maria Mercedes.
E. Karya
Tulis Populer / Semi Ilmiah
Karya ilmiah
populer merupakan suatu karya yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang
populer sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk
dibaca. Dalam KBBI (2002:370-371) disebutkan bahwa kata ilmiah diartikan
sebagai bersifat ilmu atau memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan, sedangkan
ilmiah populer diartikan sebagai mengunakan bahasa umum sehingga mudah dipahami
oleh masyarakat awam.
Sedangkan istilah populer
sendiri artinya dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa populer berarti
dikenal dan disukai orang banyak (umum). Bisa juga berarti sesuai dengan
kebutuhan masyarakat pada umumnya, atau mudah dipahami orang banyak. Istilah
populer merujuk kepada penggunaan bahasa yang relatif lebih santai, padat,
serta mudah dicerna oleh masyarakat pembacanya yang begitu beragam. Karya
ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu
pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal-hal kehidupan
sehari-hari.
a.
Ciri-Ciri Karya Tulis Ilmiah Populer
Karya
ilmiah (Dalman, 2012:113-114) memiliki ciri-ciri yang dapat dikaji minimal dari
empat aspek, yaitu:
·
Struktur : Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri
dari bagian awal, bagian inti dan bagian penutup. Bagian awal merupakan
pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang
ingin disampaikan.
·
Komponen dan substansi : Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai
dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti,
penutup, dan daftar pustaka.
·
Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya
abstrak.
·
Sikap penulis : Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif,
yang disampaikan dengan menggunakan kata atau gaya bahasa impersonal.
·
Penggunaan bahasa : Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah
adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan
kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Referensi:
0 komentar:
Posting Komentar