Dalam materi blog saya kali ini bloggers bisa belajar cara analisis e-government dari yang sudah saya analisis bersama kelompok tugas saya, bersama bung Jonathan, bro Wandy, dan bang Christian.
ANALISIS E-GOVERNMENT (Provinsi & Kota/Kabupaten)
Hasil Analisa dan
Kesimpulan
Berdasarkan penilaian, situs pemerintah yang mendapatkan nilai tertinggi adalah situs
Pemprov Jawa Barat. Hal ini disebabkan sangat lengkapnya informasi yang
disediakan situs
Pemprov
JABAR.
Sedangkan untuk kelengkapan informasi
terendah
adalah
Pemkab
Garut.
Berdasarkan penilaian pada poin
pertama yaitu Informasi Utama
dalam Website, situs Pemprov
memiliki kelengkapan informasi yang paling jelas dan detail, sehingga mendapatkan rata-rata nilai 88.5, tertinggi
dibanding dua situs
lainnya.
Untuk
poin dua yaitu Informasi tambahan dalam
fasilitas
website, situs Pemprov JABAR masih menjadi tertinggi dalam kategori ini, disebabkan informasi yang
detail, jelas
dan bersumber dari instansi yang terkait dengan informasi yang disajikan.
Kategori ketiga adalah Penyediaan Hubungan dengan nilai tertinggi masih diberikan
kepada situs Pemprov
JABAR, di mana situs ini memiliki layanan dan tautan ke berbagai situs instansi lainnya yang
ada di Provinsi JABAR, seperti layanan pajak, pengurusan surat-surat tanah,
pembuatan surat izin
usaha, dan sebagainya.
Kategori keempat adalah aksesbilitas. Dalam kategori ini, situs Pemkab Garut
mendapat nilai tertinggi dalam hal kecepatan untuk diakses. Hal ini terjadi karena situs Pemkab Garut masih menggunakan tata
letak PHP basic dan minim penggunaan animasi dan gambar
bergerak (gif). Sedangkan situs Pemprov JABAR berada pada peringkat dua
dengan nilai 90,
dan
terendah adalah situs Pemkab Bogor. Jika
dilihat secara garis besar, penggunaan animasi lebih
banyak digunakan pada situs Pemkab
JABAR, tetapi mungkin dalam hal efektivitas penggunaan animasi situs Pemkab Bogor
masih harus diperbaiki.
Kategori kelima
adalah dari sisi desain. Nilai tertinggi diberikan pada
situs Pemprov JABAR dikarenakan situs ini memiliki komposisi yang
baik dari segi penggunaan warna latar
belakang dan huruf, pemilihan tipografi yang tepat, tingkat keterbacaan yang
baik, jarak antar kolom yang
rapi dan jelas, serta dapat dibuka dengan baik di telepon genggam ataupun
di komputer. Untuk
nilai terendah didapat situs Pemkab Bogor
disebabkan tingkat keterbacaan
yang buruk, penempatan judul berita yang
bertabrakan, dan banyak lagi. Inilah yang menyebabkan situs
Pemkab
Bogor mendapat
nilai
rendah. Dibanding situs
Pemkab Bogor,
situs Pemkab Garut masih lebih baik dikarenakan
tingkat keterbacaan yang
baik. Hal ini
menjadi faktor utama
karena
dalam membaca artikel dan informasi, readibilitas menjadi hal yang krusial dalam
suatu situs pemerintah. Kategori
selanjutnya adalah
jumlah tingkatan
informasi. Situs Pemprov
JABAR
mendapat nilai tertinggi karena tingkatan informasi yang
tersedia sangat lengkap dan jelas,
sehingga membuat masyarakat mudah dalam mencari informasi yang diperlukan. Untuk urutan
2 dan 3 adalah situs Pemkab Garut dan terakhir situs Pemkab Bogor. Situs Pemkab Bogor memiliki nilai terendah dikarenakan minimnya pemanfaatan situs untuk keperluan administrasi
publik sehingga mendapat
nilai rendah.
Kemudian indikator berikutnya adalah indikator kelengkapan informasi situs e-
government berdasarkan aturan yang diberikan KOMINFO.
Kategori pertama adalah selayang
pandang
dengan situs yang paling
lengkap adalah situs Pemprov JABAR, kemudian situs Pemkab Garut dan selanjutnya situs Pemkab Bogor. Situs Pemkab Bogor tidak
bisa sejajar dengan
situs lain dikarenakan
tidak memiliki peta
wilayah Pemkab Bogor.
Kategori kedua adalah Pemerintah
Daerah. Terlengkap adalah Pemprov JABAR dan Pemkab Bogor
dan
Pemkab Garut seimbang dikarenakan tidak memiliki kontak dari pejabat daerah yang terkait di
masing-masing kabupaten.
Kemudian kategori ketiga adalah Geografi. Situs
Pemprov
JABAR
tetap menjadi situs terlengkap disusul situs Pemkab
Garut dan Pemkab Bogor. Informasi Geografi
pada
situs Pemprov JABAR tidak disediakan secara langsung di situs tetapi harus diunduh terlebih dahulu
pada tautan yang tersedia di
situs
tersebut. Disayangkan
pada situs
Pemkab
Bogor yang masih
tidak memiliki informasi
mengenai keadaan geografis kabupaten Bogor kalah dengan situs Pemkab Garut
walaupun tidak terlalu
lengkap jika dibanding
situs Pemprov JABAR.
Kategori keempat adalah Peta
wilayah dan sumber daya. Terlengkap adalah
situs
Pemprov JABAR, kemudian situs Pemkab Garut, dan terakhir
situs Pemkab Bogor. Walaupun
sekarang
terdapat layanan peta daring, tetapi situs pemerintah setidaknya memiliki peta wilayah
walaupun hanya berupa gambar statis.
Kategori kelima adalah Peraturan dan Kebijakan Daerah. Ketiga
situs ini memiliki informasi mengenai Perda dan Peraturan
yang berlaku di masing-masing wilayahnya sehingga ketiga situs
ini seimbang dalam kategori ini.
Kategori terakhir adalah Buku Tamu. Kategori yang terakhir ini mungkin dirasa kurang
penting, tetapi wajib ada untuk pengembangan suatu situs ke depan. Ketiga situs hanya
melengkapi satu dari dua syarat yang ada. Untuk situs Pemprov JABAR dan Pemkab Bogor.hanya terdapat Forum sedangkan situs Pemkab Garut hanya tersedia buku tamu. Situs Pemprov
JABAR dan situs Pemkab Bogor memang tidak memiliki fitur buku tamu tetapi diganti
dengan halaman situs yang sifatnya aduan atau laporan masyarakat walaupun tidak dibantah bahwa buku tamu memiliki
peranan dalam pengembangan sebuah situs karena dari buku tamu, pengunjung
dapat memberikan opini mereka terhadap fasilitas yang tersedia dalam sebuah
situs.
Kesimpulan yang didapat dari analisis ketiga
situs pemerintah di atas adalah bahwa baik-buruknya
situs Pemerintah Daerah didasarkan pada tingkatannya dalam pemerintahan.
Contohnya situs Pemprov JABAR
yang sangat baik dalam sisi desain, tingkatan informasi dan
fasilitas dan layanan yang
diberikan dibanding situs pemerintah di bawahnya dalam hal ini situs pemerintah kabupaten yaitu kabupaten Bogor dan Garut. Hal ini mungkin juga
dipengaruhi oleh alokasi anggaran yang diberikan oleh masing-masing pemerintah dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam birokrasinya, dan juga disebabkan nilai anggaran suatu kabupaten yang terbilang kecil tidak mungkin dapat menandingi nilai anggaran pemerintah di atasnya yang
notabene lebih besar dan kaya akan sumber daya yang
tersedia. Oleh karena itu kesimpulan yang dapat diambil situs Pemerintah Provinsi dalam hal ini provinsi Jawa Barat lebih
baik dibanding situs pemerintah di bawahnya yaitu situs Pemkab Bogor dan Pemkab Garut.
Sedangkan dari
sisi
teknis, suatu situs tidak perlu mengorbankan tingkat keterbacaan
dengan desain yang mewah dan aksesbilitas dengan animasi yang beragam. Seperti ketiga situs pemerintah ini di mana situs Pemkab Bogor yang memiliki banyak animasi bergerak yang
membuat kurang cepat dalam pengaksesannya dibanding situs Pemkab Garut yang masih menggunakan tata letak PHP standar, dan situs
Pemkab Bogor yang
tingkat keterbacaannya rendah dibanding situs Pemprov JABAR disebabkan ingin menggunakan desain yang
mewah namun merusak tingkat keterbacaan situs. Oleh karena itu, kesimpulan yang
dapat diambil
adalah
dalam pengembangan suatu situs harus berpedoman pada banyak aspek sehingga situs yang
nantinya dihasilkan menjadi baik dan memudahkan, bukan mempersulit ataupun memperlambat dalam pencarian suatu informasi.
0 komentar:
Posting Komentar